Pertama kali saya mendengar adanya aplikasi gojek! awalnya saya penasaran karena dari beberapa pengalaman saya sebelumnya bahwa tukang ojek biasanya memberikan tarif yang tidak sesuai dengan jarak yang ditempuh pada umumnya. Tetapi berhubung lingkungan sekitar saya memberikan kesan positif mengenai Gojek! saya pun akhirnya mencoba-coba untuk mengunduh aplikasinya, apalagi pada saat itu sedang ada promo tarif di bulan puasa dimana apabila jarak yang ditempuh kurang dari 25 Km, maka tarifnya hanya Rp. 10.000.- saja. Pada saat itu saya mencoba untuk pertama kalinya dengan rute perjalanan dari Sudirman Park menuju kantor ibu saya di bilangan Pancoran, segera setelah saya memberikan informasi yang diperlukan kemudian setelah selesai saya langsung menekan tombol order . Kemudian aplikasi pun dalam keadaan sedang mencari pengendara yang sedang availabe. Tak berapa lama aplikasi tersebut menemukan pengemudi Gojek! yang mau mengantar saya. Disitu tercantum foto, nomer telfon pengemudi yang dapat dihubungi dan waktu tempuh sang pengemudi gojek! menuju tempat saya dapat saya ketahui, sehingga sebagai penumpang saya merasa keselamatan dan kenyamanan saya terjamin. Kemudian saya mendapat telfon dari pengemudi gojek! tersebut, beliau mengatakan bahwa beliau sudah sampai diposisi saya berada. Saya pun segera menghampirinya, pengemudi tersebut berdasarkan foto yang ditampilkan didalam aplikasi tersebut. Yang menjadi pengemudi adalah seorang bapak-bapak berumur kisaran 30-an. Dengan ramah bapak tersebut memberi salam sambil menyerahkan satu plastik bening yang berisikan penutup rambut dan masker. Di motor bapak pengemudi itu bercerita tentang bagaimana keadaan beliau ketika sebelum masuk menjadi anggota dari Gojek! saya merasa iba saat itu kemudian beliau juga bercerita betapa bersyukurnya hidupnya kini setelah masuk menjadi anggota Gojek! meskipun ada suka maupun dukanya seperti diusir dari pangkalan ojek saat hendak menarik penumpang. tak terasa saya pun sudah mendekati tempat yang saya tuju. Sambil saya memberikan uang saya menyelipkan sedikit uang tambahan kepada beliau. Memang tidak seberapa tetapi uang tersebut sebagai bentuk kepuasaan saya atas layanan yang sudah diberikan oleh bapak tersebut juga sebagai bentuk bahwa saya menghargai usaha bapak tersebut yang tak kenal lelah membonceng saya ditengah panasnya terik matahari siang. Bapak tersebut kemudian tersenyum sembari mengucapkan terima kasih kepada saya lalu melanjutkan perjalanan beliau.
Kesan saya yaitu perasaan senang dan kagum di dalam hati bahwa ada orang yang masih mau memikirkan nasib mereka yang hidup berkekurangan. Kemudian secara pribadi sebagai penumpang saya merasa nyaman dan keselamatan saya terjamin. Terima kasih kepada penemu Gojek!
Bagaimana cara menggunakan aolikasi Gojek?
Kisah gojek vol1
Kisah gojek vol2
Kisah gojek vol3 (end)